Insan yang tidak cukup ilmu…..

Cetusan Idea….Berkongsi Idea… Amalkan Bersama

Jiwa yang Kekosongan

Posted by iorichee on 7 March 2009

Baiklah, tibalah masa untuk aku menulis satu cerita. Cerita yang tidak seberapa. Walaupon aku tak pandai menulis cerita. ini rasanya first timer aku membuat cerita cerpen. Cerpen untuk mereka-mereka yang terasa JIWA MEREKA KEKOSONGAN. Ok lah… Berilah apa komen tentang cerita ini… Supaya cerita akan datang menjadi lebih menarik…

Bila kita rasa kekosongan

Walaupon kita ada segalanya

Mahupon kita ada kekurangan berbanding dengan org lain

Tak kira apa pon kekurangan itu

Harta , kekayaan, kemewahan, ahli keluarga,

Sanak saudara, sahabat handai,

Malahan kita rasa tak puas apa yang klita miliki,

Biasa lah manusia

Mana pernah puas apa yang dia ada.

Sampai lah Allah tarik apa yang dia,

Barulah dia tersedar,

Betapa bernilainya,

Pemberian Allah kepada kita ,

Yang selama iini kita tak pandang pun,

 

Tapi,

Pernah kah kita terfikir,

Keadaan seseorang yg jauh lebih serba kekurangan

Sama dalam bentuk harta,

Ahli keluarga,

Sahabat handai,

Photobucket

Aku lihat di luar tingkap,

Bila lah anak2 aku nak pulang ke kampong

Aku sungguh rindu pada mereka,

Rindu-serindunya.

Gelak tawa mereka,

Riuh rendah halaman rumah,

Bermain bersama cucu-cucu ku,

Tapi mereka tinggalkan aku di sini,

Keseorangan

Tanpa ada teman menemani di sisi,

Aku rasa sungguh kosong sekali…

Namun pada siapa aku boleh luahkan perasaan ini.

Kalau aku katakan pada anak-anak pula,

Nanti apa kata mereka.

Aku tetap tabah melalui kehidupan ini.

Menghabiskan sisa-sisa hidup ini.

Aku tahu hayat ku tidak panjang.

Bila – bila saja nyawa aku boleh melayang.

 

nenek  mancing

 

Aku turun ke kolam,

Kolam yang tidak seberapa,

Aku cuba mencari rezeki.

Hanya berbekalkan joran buluh dan berumpankan cacing

Hanya ini hidangan aku untuk mengisi perutku.

 

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 nenek tunggu ikan

Aku menanti dengan penuh kesabaran.

Sehingga beberapa jam

Panas terik matahari menikam ke wajah kecut.

Terasa bahang matahari sungguh panas sekali.

Namun aku terus menanti,

Menanti umpan ku di sambar ikan.

Kerna itu lah makanan tengahari dan malamku.

Jika aku berputus asa ditengah jalan.

Apakah jamahan yang menanti aku?

Tiada,

Satu pun tiada.

Maka aku terus sahaja menanti,

Penantian yang penuh penyeksaan.

 
mancing lagi
xxxxxxxxxxxxxxxxxx

 

 

Nampaknya tiada seekor ikan pun yang terkena umpanku.

Penantian yang sia-sia sahaja.

Tanpa ku sedari,

Air mata tua mengalir,

Mengalir menyusuri pipi-pipi ku yang sudah kecut di makan usia.

Mengenangkan kembali

Sejarah lama yang tidak mungkin bole aku rasa lagi.

Biarlah ia berlalu,

Kerna ia hanya lah sejarah lama.

Usah lagi aku kenang-kenangkan lagi.

Aku berkemas untuk pulang ke rumah.

Dengan tangan kosong.

Tapi perut aku sudah berbunyi.

Apakah makanan aku pada hari ini?

Mujur lah,

Ada sedikit tanaman yang aku usahakan.

Bolehlah aku isikan perut ini yang sudah kosong.

Gurrr….

Bunyi perut ku…

Pulang saja,

Makan apa yang ada saja.

 

xxxxxxxxxxxxx
nenek dengan itik
 

Sebelah petang,

Aku ke kandang itik ku,

Memerhatikan mereka.

Hati aku sudah terubat sedikit,

Mengubati kerinduan aku,

Sesekali melihat telatah mereka,

Menghiburkan hatiku.

Hanya mereka saja yang dapat mengisi kekosongan hidup aku.

Sunyi tanpa teman di sisi,

Sunyi tanpa penghibur hati,

Biar pun aku ada anak dan cucu,

Tapi mereka terlalu sibuk dengan kehidupan mereka,

Biarlah aku sendiri,

Meniti sisa-sisa hidup ini keseorangan.

Namun aku tetap teruskan perjalanan hidup ini.

Sehinggalah aku meninggalkan dunia ini.

Dunia yang penuh bererti dan bermakna,

Biarlah sejarah menjadi sejarah.

 

 

 
Photobucket
xxxxxxxxxxxxxxxxxx

Jangan kita hantar mereka ke rumah orang orang tua…

Tinggalkan mereka bersendirian,

Mereka masih ada hati dan perasaan,

Kita tak rasa sebagaimana mereka rasa,

Hanya air mata menemani mereka,

Itupun nasib baik ada rakan sebaya dan senasib,

Menenangkan hati dan perasaan ini,

Kerna mereka tahu,

Perasaan ini,

Perasaan yang melanda dalam lubuk hati ini,

Tapi apakah daya ku,

Apakah nasib ku,

Aku terima saja,

Terima saja kerna semua sudah berlaku,

 Photobucket

Jangan lah tinggalkan aku seorang
Tolong la..
Siapa-siapa yang ada…
Jangan tinggalkan aku seorang………..

Photobucket

xxxxxxxxxxxxxxxx
doaku
 

Aku doakan mereka,

Agar mereka hidup dengan penuh bahagia,

Tanpa ada kesulitan hidup.

Walaupun jauh di sudut hatiku,

Aku berharap,

Dapat berjumpa lagi dengan mereka,

Untuk saat-saat terakhir hayat ku,

Sebelum aku berjumpa dengan Maha Pencipta,

Kembali ke kampong halaman’

Bertemu kembali dengan orang yang aku sayang……

YA ALLAH,

Aku mohon pada Mu,

Agar aku tergolong dalam orang-orang yang redhai…………….

2 Responses to “Jiwa yang Kekosongan”

  1. meng said

    sorry owg x bley nk bace smpai abis..

  2. yobin said

    langsung sj ya
    menurut saya rasa kekosongan it adalah rasa yang penuh dengan rasa kesepian dan rasa kesepian itu penuh dengan rasa kekosongan jd saling melengkapi…..jd klu kt tdk ingin merasakan kesepian atau pun rasa kekosongan kt hrs mencari tmn,saudara ataupun keluarga lainx dan bercanda girang terima kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: